This page looks best with JavaScript enabled

Eiyuden Chronicle & Mimpi Lama yang Bersemi Kembali

 ·  ☕ 3 min read  ·  ✍️ Ari Kurniawan

Setiap ada event pameran video game besar macam E3, Gamescom, PAX dan Tokyo Game Show, saya dan beberapa teman selalu bermain tebak-tebakan soal game yang akan dirilis pada event tersebut dan hampir di setiap kesempatan, saya selalu menebak (berharap) Konami akan melanjutkan seri Suikoden.

Walaupun, saya sendiri tau bahwa Konami sendiri sudah bilang kalau tim dibalik seri Suikoden sudah dibubarkan.

Suikoden Revival Movement (SRM)

Dan, saya sebenarnya enggak sendiri. Di tahun 2012 lalu, muncul gerakan yang disebut sebagai Suikoden Revival Movement (SRM), gerakan ini berisi para fans Suikoden yang ingin Konami melakukan sesuatu pada seri ini:

  • Mengembalikan Suikoden pada masa kejayaannya atau mencapai kejayaan yang baru (buatin game baru!)
  • Merilis Suikoden I dan Suikoden II lewat PSN untuk semua region
  • Merilis spin-offs Suikoden di luar Jepang
  • Merilis merchandise Suikoden untuk pasar luar Jepang

SRM udah melakukan banyak usaha mulai dari bombardir sosial medianya Konami dengan #SuikodenOnSteam pada 2016, Community Event macam kompetisi Cosplay dan Fans Art sampai ngadain SuiCon dan Suikoden Day.

Kampanye Suikoden on Steam

Tapi, kayak yang ditulis Destructoid pada 2016 lalu:

The Suikoden Revival Movement is likely fighting a losing battle with Konami

Kenapa Peduli Banget Sama Suikoden Sih?

Seri Suikoden ini adalah seri klasik yang iterasi pertamanya dirilis pada 1995 lalu, sementara iterasi terakhirnya dirilis tahun 2006.

Genrenya adalah Turn-Based JRPG, tapi punya jalan cerita yang super kompleks. Suikoden ini udah kayak Game of Thrones bahkan sebelum GoT populer!

Suikoden II Nanami GIF

Dan pengalaman bermain Suikoden itu rata-rata sulit untuk diceritain. Sulit menceritakan bagaimana hubungan kita sama Jowy, bagaimana pedulinya Nanami dan Gremio dan rasanya mengumpulkan 108 orang untuk bertarung bersama.

Belum lagi elemen-elemen kecil lainnya dari Suikoden yang cuma bisa didapatkan lewat bermain.

Harapan Bernama Eiyuden Chronicle

Saya kaget banget saat Gematsu memberitakan soal Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes tanggal 24 Juli. Game ini dibuat oleh Yoshitaka Murayama, kreator aslinya Suikoden. Bukan cuma itu, ada nama Junko Kawano juga yang dulu bantuin Murayama saat buat Suikoden pertama.

Eiyuden Chronicle on Gematsu

Dari desain karakter utamanya, saya udah tau kalau ini adalah “Suikoden” hanya dengan nama yang berbeda. Ada beberapa hal yang bikin saya hype banget soal ini:

  • Mempertahankan pixel graphic, JRPG klasiknya makin berasa
  • Rilis di beberapa platform termasuk next-gen konsol dan PC
  • Elemen-elemen kecil Suikoden kembali seperti cooking mini game, fishing, war, dan lain-lain)

Apa Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes bakal Sukses?

Kalau menurut saya sih, IYA BANGET!

Saat artikel ini saya tulis, Eiyuden Chronicle masih mengumpulkan dana di Kickstarter dan angkanya ada di 2,3 juta Dollar. Padahal mereka awalnya cuma “minta” dana 500 ribu Dollar saja.

Prediksi saya sih, jika mereka bisa mencapai 4 juta Dollar, maka game akan memiliki 108 hero seperti Suikoden saat dirilis. Sementara, kalau angka ini tidak tercapai, mungkin mereka akan merilis sisa hero dalam bentuk DLC story + hero setelah gamenya dirilis nanti.

Pengumpulan dana Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini tergolong sangat sukses:

  • Mencapai target 500 ribu Dollar kurang dari 24 jam
  • Membuat situs Kickstarter.com down saat crowdfunding mereka dimulai
  • Hampir mencapai 500% dari dana yang dibutuhkan

Mimpi Lama yang Bersemi Kembali

Eiyuden Chronicle adalah mimpi lama saya dan banyak orang yang bersemi kembali, bahkan game ini mungkin adalah mimpi lama kreatornya Murayama-san yang akhirnya bisa tercapai.

Eiyuden Characters Gif

Tapi Eiyuden Chronicle masih harus melewati banyak hal, mulai dari memastikan bahwa semua backer akan menerima “hadiah”-nya, menemukan partner untuk publishing yang tepat, hingga tentu saja… menyelesaikan gamenya.

Tahun 2022 memang masih lama, bahkan itu hanyalah estimasi paling cepat. Tapi, untuk game ini, saya sepertinya tidak akan keberatan jika harus menunggu lebih lama. Saya selalu berpegang pada kata-katanya Shigeru Miyamoto, kreator Mario dan The Legend of Zelda:

A delayed game is eventually good, but a rushed game is forever bad,

Share on

Ari Kurniawan
WRITTEN BY
Ari Kurniawan
Blogger