This page looks best with JavaScript enabled

Mantan Programmer Twitter Ini Bikin Aplikasi Personal Budgeting Sendiri

 ·   ·  ☕ 3 min read  ·  ✍️ Ari Kurniawan

TL;DR

  • Jen Yip adalah software engineer Twitter pada 2012-2015.
  • Memutuskan untuk keluar dari Twitter di 2015, hiatus dari programming dan melakukan solo traveling ke beberapa negara.
  • Kembali ke dunia programming pada 2018 dan pindah ke Asia bersama sang suami.
  • Mulai mengerjakan Lunch Money pada akhir 2018.
  • Lunch Money sudah menghasilkan lebih dari 300 Juta Rupiah (April 2020) dan di-mention oleh situs TechCrunch walau hanya memiliki satu karyawan (Jen).

Awal Karir Jen Yip

Jen Yip

Jen baru lulus dari salah satu universitas di Kanada tahun 2012 dan bergabung dengan Twitter sebagai software engineer. Saat itu, Twitter sedang bersiap melakukan IPO yang akhirnya terjadi pada 7 November 2013.

Namun, setelah kurang lebih empat tahun bersama Twitter, Jen akhirnya memutuskan untuk keluar di tahun 2015. Dia sempat bergabung dengan sebuah startup milik rekan sekamarnya sebelum memutuskan untuk keluar karena mengalami burn out.

Traveling & Hiatus dari Programming

Di tahun 2016, Jen memutuskan untuk mengadopsi gaya hidup minimalisme, menjual sebagian besar barang yang dimiliki dan melakukan traveling ke beberapa negara di Eropa dan Asia.

Dia membagikan pengalaman dan foto-fotonya selama di Eropa dan Asia di blog pribadinya: lunchbag.ca

Kembali ke Programming & Awal Mula Lunch Money

Lunch Money

Menikahi kekasihnya pada 2018, Jen juga kembali ke dunia koding di tahun yang sama. Namun, kali ini, dia lebih memilih menjadi freelancer untuk dua project yang berbeda sehingga memiliki lebih banyak kebebasan.

Lunch Money dimulai saat Jen dan suaminya berencana pindah ke Jepang untuk beberapa bulan dan merasa kesulitan dengan budgeting pribadi mereka yang selama ini hanya menggunakan spreadsheet.

Lebih dari 200 jam dihabiskan oleh Jen untuk proses desain dan programming Lunch Money sebelum akhirnya membuka Beta testing untuk aplikasi budgetingnya.

Muncul di Hacker News, TechCrunch dan MacRumors

Pada Agustus 2019, Lunch Money keluar dari fase Beta dan ‘diluncurkan’ di situs Hacker News dan mendapat sambutan yang baik oleh para pembaca situs tersebut.

Diawal tahun 2020, Apple meluncurkan fitur yang memungkinkan data transaksi dari Apple Card diekspor ke dalam bentuk spreadsheet.

Dalam liputannya mengenai fitur baru ini, TechCrunch dan MacRumors memberikan contoh beberapa aplikasi budgeting dimana Lunch Money adalah salah satunya. Bersanding dengan pemain lama di aplikasi budgeting seperti Mint dan YNAB.

$25,000 Annual Recurring Revenue (ARR) di April 2020

Lunch Money ARR

Pada April 2020, pada postnya di situs Indie Hackers, Jen menuliskan bahwa Lunch Money sudah mencatatkan $25,000 ARR atau sekitar 350 juta Rupiah dari para pelanggan yang menggunakan layanan Lunch Money.

Hal ini diraih saat Lunch Money masih merupakan perusahaan yang hanya memiliki satu karyawan saja, yaitu Jen. Dia bertindak sebagai desainer, programmer, marketing dan customer support sekaligus untuk aplikasi budgeting-nya.

Sumber: My Journey so Far - lunchbag

Share on

Ari Kurniawan
WRITTEN BY
Ari Kurniawan
Blogger